Contoh Wacana Deskripsi Lengkap

Contoh Wacana Deskripsi Lengkap – Sebelum membahas mengenai apasaja contoh wacana deskripsi, ada baiknya bila kalian mengetahui terlebih dahulu apa arti dari wacana deskripsi tersebut.

Contoh Wacana Deskripsi

Contoh Wacana Deskripsi

Pengertian Wacana

Wacana merupakan suatu pernyataan atau rangkaian pernyataan yang dinyatakan secara lisan ataupun tulisan dan memiliki hubungan makna antarsatauan bahasanya serta terikat konteks. Dengan demikian apapun bentuk pernyataan yang dipublikasikan melalui beragam media yang memiliki makna dan terdapat konteks didalamnya dapat dikatakan sebagai sebuah wacana.

Wacana dibedakan berdasarkan cara pemaparannya, antara lain; wacana narasi, wacana deskripsi, wacana argumentasi dan wacana persuasi. Namun pada kesempatan kali ini akan khusus membahas tentang contoh wacana deskripsi saja, wacana yang lainnya akan menyusul pada posting berikutnya.

Pengertian Wacana Deskripsi

Wacana Deskripsi adalah wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca atau merasakan, seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek itu. Deskripsi memberi suatu citra mental mengenai sesuatu hal yang dialami, oleh sebab itu deskripsi yang baik adalah deskripsi yang dilengkapi dengan hal-hal yang dapat merangsang panca indra. Contoh : seperti keadaan banjir, suasana dipasar dan sebagainya.

Ciri-ciri wacana deskripsi :

  • Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
  • Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
  • Ditandai dengan penggunaan kata-kata atau ungkapan detail atau terperinci.
  • Digunakannya kata-kata yang bersifat evaluatif yang terlalu abstrak.
  • Umumnya menggunakan kata-kata yang bersifat objektif dan menggambarkan sesuatu.

Langkah-langkah dalam menulis wacana deskripsi, yaitu :

  1. Menentukan topik karangan deskripsi.
  2. Merumuskan tujuan mengarang desskripsi.
  3. Mencari, mengumpulkan ataupun memilih bahan.
  4. Membuat kerangka karangan.
  5. Mengembangkan karangan.

Bagi kalian yang disuruh membuat sebuah wacana deskripsi dan tidak tahu harus menulis apa, tenang saja karena disini kalian dapat melihat contoh wacana deskripsi. Silahkan digunakan contoh karangan deskripsi ini sebagai sumber bahan referensi.

Berikut ini adalah beberapa contoh wacana deskripsi yang bisa kalian gunakan, silahkan di edit sedikit saja ya.

Contoh wacana deskripsi :

1. PASAR TERAPUNG

Pasar Terapung adalah sebuah pasar tradisional yang seluruh aktivitasnya dilakukan di atas air dengan menggunakan perahu. Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai. Kebanyakan para pedagang adalah wanita. Menariknya, di Pasar terapung ini juga masih berlaku barter antar pedagang. Tak ada organisasi pedagang sehingga jumlah mereka yang berjualan tak terhitung. Mereka datang untuk berjualan, dan bubar dengan sendirinya ketika matahari pagi mulai terik.

Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan. Pasar ini unik karena selain transaksi dilakukan di atas perahu, pedagang dan pembelinya juga tidak terpaku di suatu tempat, tetapi terus bergerak mengikuti arus sungai. Keunikan ini membuat pasar terapung ini disebut sebagai Pasar Balarut.

Pasar Terapung yang terkenal di Indonesia berada di provinsi Kalimantan Selatan. Pasar Terapung di Kalsel ini mulai melakukan aktivitas transaksi jual beli pada subuh hingga pukul 10 pagi. Dari beberapa Pasar Terapung di Kalimantan Selatan, yang menjadi objek wisata terkenal adalah Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Sungai Tabuk, Banjar. Pasar Terapung juga ditemukan di Thailand, Kamboja dan Vietnam.

2. RUANG KELAS WINA

Wina membuka pintu kelasnya perlahan-lahan. Dilihatnya sebuah jendela yang terbuka. Di bawah jendela, tampak sebuah meja guru yang memakai tapalak putih. Di atas taplak putih itu ada sebuah vas bunga dari kayu. Vas bunga tersebut bergambar beberapa kuntum bunga matahari seperti bunga yang ada didalamnya. Disebelahnya tergeletak sebuah agenda kelas yang terbuka dan kalender duduk.

Wina lalu memasuki ruang kelasnya dengan langkah yang lambat. Dia memalingkan pandangan ke arah kanan. Tampak satu buah white board yang bersih tanpa coretan. Di sebelah kiri white board tersebut, terpasang sebuah tempat spidol berwarna biru muda, serasi dengan dinding yang bercatut biru tua. Dan disebelah kanan white board terpasang satu papan madding yang penuh tulisan-tulisan karya siswa.

Wina memutar pandanganya ke belakang kelas. Ada sebuah pribahasa berbahasa inggris yang berwarna kuning bertuliskan ‘practice make perpect’ dibawahnya terpasang sebuah system periodik unsur-unsur di kiri kananya juga terpasng sebuah denah duduk dan daftar kelompok belajar.

Selain itu, ditatapnya dinding kiri kelas. Di sana terpasang struktur organigram dan sebuah daftar regu kerja dari karton berwarna kuning. Struktur organigram dan daftar regu kerja tersebut ditutupi oleh plastic bening.

Wina berpaling kedinding kanan. Disana tergantung daftar pelajaran berwarna kuning. Daftar pelajaran itu disusun tak berurutan, hurf-hurufnya pun dari guntingan majalah. Meski tampak tidak rapi,namun cukup bagus dan menarik.

Wina menyusuri deretan bangku kosong didepanya. Tak usah dihitung lagi karena pasti ada 40 meja dan 80 kursi. Dan tanpa kata wina berjalan kebangkunya sendiri,dan duduk manis disana.

3. SMA Negeri 1 Kota Sukabumi

SMA Negeri 1 Kota Sukabumi merupakan SMA tertua di Kota Sukabumi. SMA Negeri 1 Kota Sukabumi lahir pada bulan Oktober 1961.

SMA Negeri 1 mempunyai jumlah murid kurang lebih 1.500 siswa dan mempunyai 4 lapangan, yaitu lapangan basket, lapangan volly, lapangan sepak bola, dan lapangan badminton. Luas Smansa kurang lebih 3 hektare dan memiliki 37 kelas serta 71 guru mata pelajaran. Smansa juga memiliki kantin yang begitu banyak.

Ketika bel istirahat berbunyi, kanti di Smansa sangatlah ramai hingga siswa-siswi pun harus berdesak-desakan untuk membeli makanan. kantin Smansa menjual bermacam-macam makanan seperti gorengan, mie ayam, es juice, dan masih banyak lagi Ketika kantin ini ramai, suasaana pun menjadi sangat panas, berisik dan kotor. Kantin di Smansa sungguh sempit sedangkan muridnya sangatlah banyak, sehingga kantin ini pun menjadi hiruk-pikuk.

Itulah beberapa Contoh Wacana Deskripsi dari Contoh Dan Cara Blog, semoga artikel ini dapat membantu kalian dan jangan lupa apabila ingin memakai contoh di atas silahkan di edit terlebih dahulu agar tidak sama dengan teman kalian. Terima Kasih.

Tags: #contoh deskripsi #contoh wacana #contoh wacana deskripsi #wacana deskripsi