Pengertian Majas dan Contoh Majas Lengkap

Pengertian Majas, Macam Macam Majas, dan Contoh Majas Lengkap – Artikel Contoh dan Cara kali ini akan menjelaskan mengenai pengertian majas, macam macam majas, dan contoh majas yang banyak kita jumpai dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Baik itu kurikulum lama atau kurikulum baru 2013 menjadi materi wajib dalam bahasa Indonesia.

Pengertian Majas dan Macam Macam Majas serta Contoh Majas

Pengertian Majas

Pengertian majas adalah suatu pemanfaatan kekayaan bahasa indah yang banyak digunakan untuk memperoleh efek efek tertentu dalam mempercantik susunan kalimat agar memperoleh kesan imajinatif atau menciptakan efek semakin hidup, baik lisan ataupun tertulis. Pengertian majas yang lainnya adalah pemanfaatan gaya bahasa untuk dapat menyampaikan pikiran dan perasaan tertentu sehingga mampu menciptakan kesan kata-kata yang bersifat imajinatif.

Dari pengertian majas diatas, dapat kita simpulkan bahwa penggunaan majas dapat berdampak positif bagi kita dalam menguatkan kesan dari suatu kata-kata yang kita sampaikan.

Macam – Macam Majas

Secara garis besar dalam bahasa Indonesia, majas terbagi menjadi 4 macam majas turunan, diantaranya yaitu:

1. Majas Perbandingan

2. Majas Pertentangan

3. Majas Sindiran, dan

4. Majas Penegasan

Dibawah ini kita akan bahas mengenai pengertian dari macam macam majas beserta contoh majas tersebut satu persatu.

1. Majas Perbandingan

Pengertian Majas Perbandingan adalah kata-kata kiasan yang menyatakan perbandingan 2 hal atau lebih untuk meningkatkan kesan kesetaraan tingkat oleh pendengar ataupun pembaca. Majas perbandingan dibedakan menjadi beberapa majas. Berikut ini macam macam majas perbandingan dan contohnya:

  1. Majas Asosiasi adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama karena persamaan sifat. Dalam majas ini biasanya ditandai dengan penggunaan kata bagai, bagaikan, bak, laksana, seperti, dan seumpama. Contohnya: Wajahnya bagai pinang dibelah dua.
  2. Majas Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang. Contohnya: Ia terkenal sebagai buaya darat.
  3. Majas Eponim adalah majas perbandingan yang dipergunakan seseorang untuk menyebutkan suatu hal atau nama dengan menghubungkannya dengan sesuatu berdasarkan sifatnya. Contohnya: Anak tuan rumah yang kecantikannya khas Cleopatra itu juga mencintai saya.
  4. Majas Perifrasa adalah majas yang mirip dengan pleonasme, yaitu mempergunakan kata lebih banyak dari yang diperlukan. Perbedaannya terletak dalam hal bahwa kata-kata yang berkelebihan itu sebenarnya dapat diganti dengan satu kata saja. Contohnya: Ia telah beristirahat dengan damai.
  5. Majas Parabel adalah majas cerita yang berisi perumpamaan/kiasan yang bersifat mendidik. Contohnya: Dongeng “Si Malin Kundang”.
  6. Majas Fabel adalah majas yang berisi cerita singkat yang mengilustrasikan tumbuh-tumbuhan atau binatang-binatang yang berlaku sebagai manusia. Contohnya: Cerita Kancil dan Buaya.
  7. Majas Disfemisme adalah majas yang sengaja menggunakan kata-kata yang mengandung makna lebih tajam untuk menimbulkan rasa simpati atau antipati bagi pendengarnya. Contohnya: Bolehkah saya meminta izin untuk kencing sebentar?.
  8. Majas Eufemisme adalah majas dengan cara menggantikan kata-kata yang dipandang kurang pantas atau kasar dengan kata-kata yang dianggap lebih pantas atau halus. Contohnya: Oknum perwira polisi itu diberhentikan dengan tidak hormat dari kepolisian karena melakukan tindak korupsi.
  9. Majas Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya seluruhnya untuk sebagian.
  10. Majas Totem Pro Parte adalah majas yang menyebutkan keseluruhan namun yang dimaksud sebagian. Contohnya: Kelas kami menjuarai pertandingan bola basket se-Jakarta.
  11. Majas Pars Pro Toto adalah majas yang melukiskan sebagian untuk keseluruhan. Contohnya: Akbar mempunyai lima ekor sapi.
  12. Majas Depersonifikasi adalah cara pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia. Contohnya: Jika aku bunga, engkau kumbangnya.
  13. Majas Personifikasi adalah majas perbandingan yang melukiskan suatu benda mati seolah-olah hidup. Contohnya: Padi menunduk mengucapkan selamat pagi.
  14. Majas Hiperbola adalah ungkapan atau kiasan yang dibesar-besarkan atau dilebih-lebihkan dimaksudkan untuk memperoleh efek tertentu, bukan sebenarnya. Contohnya: Ayah memeras keringat untuk menghidupi keluarga.
  15. Majas Litotes adalah majas yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari pernyataan yang sebenarnya. Contohnya: Gubuk sederhana inilah hasil karya kami selama bertahun-tahun.
  16. Majas Hipokorisme adalah penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib antara pembicara dengan yang dibicarakan. Contohnya: Kehidupan itu kejam, Nduk. Sadis! Bahkan sampai di luar nalar manusia. Untung kamu tidak perlu melihat itu semua.
  17. Majas Metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang diperguanakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan. Contohnya: Amir pergi ke Bogor memakai Honda.
  18. Majas Aptronim pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang. Contohnya: Karena di depan rumahnya ada pohon rambutan, ia dipanggil Juragan Rambutan.
  19. Majas Antonomasia adalah majas yang menggunakan nama diri, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri. Contohnya: Menteri PU akan meresmikan jalan Lingkar Nagreg, Jawa Barat.
  20. Majas Sinestesia adalah proses perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan antar dua indera yang berbeda. Contohnya: Senyuman gadis itu manis sekali.
  21. Majas Antropomorfisme adalah majas yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia. Contohnya: Lidah-lidah lonceng memukul sunyi.
  22. Majas Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Contohnya: Raja Hutan telah siap untuk menerkam.
  23. Majas Simile adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda namun dianggap sama. Contohnya: Bagai pungguk yang merindukan bulan.
  24. Majas Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada suatu hal/peristiwa atau suatu tokoh. Contohnya: Jika gempa terjadi, kami teringat bencana tsunami yang telah memorak-porandakan segalanya.
  25. Majas Alegori adalah majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contohnya: Suami sebagai nahkoda, istri sebagai juru mudi.

2. Majas Pertentangan

Pengertian Majas Pertentangan adalah gaya bahasa atau kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan maksud sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan tujuan untuk memberikan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar. Berikut ini macam macam majas pertentangan dan contohnya:

  1. Majas Paradoks adalah majas yang terlihat seolah-olah ada pertentangan atau majas yang antar bagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contohnya : Dia merasa kesepian di antara banyaknya orang yang sedang berpesta.
  2. Majas Antitesis adalah majas yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti. Contohnya : Besar-kecil, tua-muda, hitam-putih, semua bisa merasakan kebahagiaan bersama di hari raya Idul Fitri.
  3. Majas Kontradiksio Interminis adalah majas yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah dikatakan semula. Apa yang sudah dikatakan, disangkal lagi oleh ucapan kemudian. Contohnya : Semuanya sudah hadir, kecuali Si Udin.
  4. Majas Oksimoron adalah majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contohnya: Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis.
  5. Majas Anakronisme adalah majas yang mengandung ketidaksesuaian antara peristiwa dengan waktu. Contohnya: Para Pandawa lupa menyalakan GPS ketika tersesat di hutan Wanamarta.

3. Majas Sindiran

Pengertian Majas Sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sindiran pada pembaca atau pendengarnya. Majas sindiran berlaku untuk menyampaikan suatu pesan yang diharapkan dapat merubah perilaku seseorang. Berikut ini macam macam majas sindiran dan contohnya.

  1. Majas Ironi adalah majas sindiran yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud untuk menyindir seseorang. Contohnya : Rapormu sungguh indah, dihiasi dengan warna merah merona.
  2. Majas Sinisme adalah majas sindiran yang menggunakan kata-kata sebaliknya, seperti ironi tetapi kasar. Contohnya : Rasanya ingin kupatahkan kepalamu jika hal seperti ini terus terjadi.
  3. Majas Sarkasme adalah majas sindiran yang sangat kasar dan menyakitkan. Contohnya : Dasar buaya, seenaknya kau perlakukan aku sesuka hatimu.

4. Majas Penegasan

Pengertian Majas Penegasan adalah majas atau gaya bahasa yang digunakan menggunakan pilihan kata atau diksi yang bermakna menegaskan sesuatu hal yang ingin disampaikan. Berikut ini macam macam majas penegasan dan contohnya.

  1. Majas Apofasis adalah majas yang menegaskan sesuatu melalui seolah olah menyangkal yang ditegaskan. Contohnya: Anda adalah kaum terdidik yang menjunjung kesantunan. Sikap tidak sopan anda ditempat ini telah membuat warga resah.
  2. Majas Pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang telah jelas atau menambahkan keterangan yang sesungguhnya tidak diperlukan. Contohnya: Hujan turun ke bumi membasahi tanah.
  3. Majas Repetisi adalah pengulangan kata, frasa dan klausa yang sama sehingga dalam suatu kalimat ataupun artiel dapat dianggap penting untuk memberikan penekanan. Contohnya: Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.
  4. Majas Pararima adalah majas pengulang konsonan di bagian awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan. Contohnya: Di situ dia berkicau, tentang cinta yang kacau.
  5. Majas Aliterasi adalah majas pengulang bunyi konsonan pada bagian awal kata secara berurutan. Contohnya: Susah senang sehidup semati.
  6. Majas Paralelisme adalah majas perulangan yang disusun dalam baris yang berbeda. Contohnya: Hati ini biru, Hati ini lagu, Hati ini debu.
  7. Majas Tautologi adalah majas penegasan berupa pengulangan sebuah kata dengan menggunakan sinonimnya. Contohnya: Mengapa Anda cemas dan gelisah begitu?
  8. Majas Sigmatisme adalah gaya bahasa yang digunakan dengan cara mengulang bunyi atau konsonan ā€œSā€. Contohnya: Sampai suatu saat kita terpaksa merapat.
  9. Majas Antanaklasis adalah majas yang cara pengungkapannya dengan mengulang kata yang sama, namun maknanya berlainan. Contohnya: Pemuda itu memberikan rangkaian bunga pada bunga desa.
  10. Majas Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata yang makin lama, makin memuncak pengertiannya. Contohnya: Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka.
  11. Majas Anti Klimaks adalah majas yang berisi pemaparan tentang beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kata yang makin lama bertambah lemah pengertiannya. Contohnya: Jangan seribu atau seratus, serupiah pun aku tak punya.
  12. Majas inversi adalah majas yang di dalamnya terdapat pengubahan susunan kalimat. Contohnya: Aku dan dia telah bertemu, telah bertemu aku dan dia.
  13. Majas Retoris adalah Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabannya sudah diketahui. Contohnya: Siapa yang tidak ingin pintar ?
  14. Majas Elipsis adalah majas yang menghilangkan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada. Contohnya: Kami ke rumah nenek (penghilangan predikat “pergi”)
  15. Majas Koreksio adalah majas yang digunakan untuk menarik perhatian dengan menarik pernyataan sebelumnya kemudian membetulkan dengan pernyataan berikutnya. Contohnya: Sebenarnya sudah dua kali, ah bukan, sudah tiga kali hal itu saya usulkan.
  16. Majas Polisindenton adalah pengungkapan suatu kalimat atau wacana yang dihubungkan dengan beberapa kata, frasa, klausa menggunakan kata sambung. Contohnya: Ia benar-benar lupa dengan rumah dan ladangnya, istri dan anaknya, hak dan kewajibannya.
  17. Majas Asindeton adalah suatu majas pengungkapan frasa, klausa, kalimat, atau wacana tanpa kata sambung. Contohnya: Presiden berjalan diiringi oleh para menteri, pejabat, alim ulama, tokoh masyarakat.
  18. Majas Interupsi adalah Ungkapan yang digunakan melalui penambahan keterangan diantara unsur unsur kalimat. Contohnya: Salah seorang mahasiswanya, yang saat itu diberi tugas menulis cerita pendek, menulis tentang seorang laki-laki yang tidak bisa melupakan cerita cinta pertamanya dan rela menunggu selama 51 tahun, 9 bulan, dan 4 hari untuk mendapatkannya lagi.
  19. Majas Eksklamasio adalah majas penegasan yang memakai kata-kata seru sabagai penegas. Contohnya: Aduhai, ramainya pertunjukan ini!
  20. Majas Enumerasio adalah majas yang berisi ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan. Contohnya: Laut tenang. Di atas permadani biru itu tampak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhembus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang harmonis. Itulah keindahan sejati.
  21. Majas Preterito adalah majas yang berupa ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Contohnya: Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, tidak perlu kita sesali apa yang terjadi.
  22. Majas Alonim adalah majas yang menggunakan varian dari nama untuk menegaskan. Contohnya: Mamat varian dari Ahmad.
  23. Majas Kolokasi adalah majas yang berupa asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat. Contohnya: Susah memang berurusan dengan si kepala batu. (“Kepala Batu” asosiasi tetap “Kepala” dan “Batu”).
  24. Majas Silepsis adalah majas berupa penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi lebih dari satu konstruksi sintaksis. Contohnya: Ia telah kehilangan topi dan semangatnya.
  25. Majas Zeugma adalah majas silepsis yang menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu. Contohnya: Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Majas dan macam macam majas lengkap dengan contoh majas. Semoga bermanfaat, Terima Kasih.

Referensi :

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Majas

Tags: #arti majas #macam majas #Majas Penegasan #Majas Perbandingan #Majas Pertentangan #Majas Sindiran #pengertian majas